05 Januari 2009

Tidur Tanpa Bantal, Leher Nyeri

PERTANYAAN:
UMUR saya 50 tahun. Dua bulan ini, saya merasakan keluhan nyeri di belakang leher setelah bangun tidur. Bila digerakkan, rasanya tambah sakit. Kadang-kadang, ada beberapa hari sakit tersebut sama sekali tidak terasa. Tapi, setelah itu muncul lagi. Saya sering tidur sampai larut malam dan lebih sering tidak pakai bantal saat tidur. Apakah itu berpengaruh terhadap nyeri yang saya rasakan ini. Apa nama sakit saya ini ya? Terima kasih atas jawabannya.

Sutrisno

JAWAB:
Bapak Sutrisno, kepala dan leher merupakan salah satu organ tubuh yang bebas bergerak ke segala arah. Hal itu memungkinkan kepala dan leher mendapatkan cedera lebih besar. Leher terdiri atas bagian jaringan yang lunak dan yang padat. Jaringan padat pada leher adalah tulang. Tulang leher terdiri atas tujuh buah yang saling berikatan seperti rantai. Tulang leher pertama adalah tulang atlas yang berhubungan langsung dengan tulang tengkorak. 
Gerakan sendi ini menggerakkan kepala ke dada dan kebalikannya. Sedangkan antara tulang leher kedua melakukan gerakan memutar kepala 50 persen ke kanan dan ke kiri. 
Bila dilihat dari samping, tulang leher tidaklah lurus seperti sebatang kayu, tetapi ada sudut kelengkungan 30 derajat. Sedangkan jaringan lunak terdiri atas otot, saraf, dan pembuluh darah. Ada 30 otot pada leher. Otot-otot ini saling bekerja sama dalam hal gerakan kepala. Pada kepala posisi tegak atau posisi anatomi, kerja dari otot-otot leher itu sangat minimal. Bila posisi tertentu (misalnya miring), akan timbul kontraksi salah satu otot leher yang berlebihan. Jika ini terjadi lama, hal tersebut akan menimbulkan keradangan otot itu yang akhirnya mengakibatkan kaku otot atau spasme otot.
Nyeri leher (cervicalgia) merupakan nyeri yang sering terjadi. Sebagian besar (sekitar 85 persen) nyeri ini disebabkan oleh spasme otot-otot leher. Dua bulan mengalami nyeri leher merupakan waktu yang cukup lama. Kalau membaca keterangan yang Ibu tulis, kemungkinan cervicalgia disebabkan spasme otot-otot leher. Tetapi, guna memastikan lebih lanjut, perlu pemeriksaan fisik dan X-Ray untuk membantu menegakkan diagnosis penyakit Ibu. 
Untuk penanganan awal, coba Ibu lakukan perbaikan kebiasaan waktu tidur terlebih dahulu. Selain itu, dalam hal tidur, Ibu harus memperhatikan tempat tidur dan bantal yang Ibu gunakan. Sebab, tulang belakang kita tidak lurus, tetapi dari kepala ke leher berbentuk cekung, mendekati punggung atas menjadi cembung, ke punggung bawah menjadi cekung, dan akhirnya cembung kembali di tulang panggul. 
Tempat tidur tidak boleh terlalu keras atau terlalu lembek. Sebab, hal itu akan memengaruhi postur tulang belakang dan posisi otot-otot punggung tidak seimbang antara sebelah kiri dan kanan. Hal ini akan juga menimbulkan rasa nyeri punggung saat bangun tidur. Ketebalan bantal harus sesuai dengan jarak antara bahu dan leher di mana sudut leher-bahu adalah 90 derajat. Bila bantal terlalu tebal, tipis, bahkan tanpa bantal, akan terjadi imbalance cervical muscles (ketidakseimbangan) otot-otot leher serta menyempitnya foramen intervertebralis yang mengakibatkan terjepitnya akar saraf tepi. Hal ini menimbulkan rasa nyeri di leher, bahkan sampai ke jari-jari tangan. Untuk itu, Ibu perlu mencoba memilih bantal yang cocok. Setelah bangun tidur, lakukan latihan luas gerak sendi (menggerakkan kepala ke segala arah dengan pelan-pelan). Setelah itu, lakukan peregangan otot-otot leher. Bila belum membaik, Ibu perlu ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Mudah-mudahan lekas membaik. (jp)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar